Kebijakan Editorial
1. Prinsip Kuratorial Independen & Objektivitas
Sebagai inisiatif kultural independen, nft.ai.id tidak berafiliasi dengan partai politik, organisasi massa, atau entitas komersial tertentu. Pemilihan peristiwa sejarah didasarkan pada signifikansi momentum terhadap perjalanan kebangsaan, pembentukan identitas kultural, serta nilai edukatif bagi generasi masa depan.
2. Hierarki Sumber Rujukan Pustaka
Setiap naskah kronik disusun melalui metode telaah pustaka berjenjang untuk mencegah penyebaran mitos atau desinformasi historis:
Naskah otentik kenegaraan, arsip surat kabar yang terbit saat peristiwa berlangsung, rekaman suara asli, catatan harian pelaku sejarah, serta dokumen stempel resmi.
Buku sejarah ber-ISBN, tesis, disertasi sejarawan perguruan tinggi terakreditasi, serta terbitan lembaga resmi kebudayaan.
Autobiografi tokoh atau wawancara saksi sejarah yang telah dikonfrontasikan dengan sumber pembanding lainnya guna menyaring bias ingatan personal.
3. Pemisahan Fakta dan Tafsir (Metode 3 Lapis)
Untuk menjaga kejujuran intelektual kepada pembaca, naskah kronik kami secara eksplisit membedakan antara:
- Kronik Fakta: Paparan deskriptif tentang tanggal, tempat, tokoh kunci, dan kronologi kejadian berdasarkan data tertulis yang tervalidasi.
- Tafsir Kurator: Catatan reflektif yang menempatkan peristiwa dalam spektrum sosiologis, tantangan zamannya, serta pelajaran yang relevan untuk hari ini.
- Metafora Visual: Narasi artistik di balik karya visual simbolik yang dihadirkan.
4. Pedoman Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)
nft.ai.id memanfaatkan Generative AI sebagai medium seni ilustratif (lukisan, etsa, litografi digital), bukan sebagai perekam kebenaran optik (fotografi jurnalistik). Kami menjunjung etika:
- Setiap karya visual wajib mencantumkan label permanen "Rekaan artistik berbantuan AI — bukan foto dokumenter faktual."
- Dilarang membuat pemalsuan foto sejarah (*deepfake photography*) yang dimaksudkan untuk menipu pandangan mata publik.
- Transparansi prompt dan perancangan gaya estetika dikuratori secara sadar menghormati martabat subjek kebudayaan Indonesia.
5. Ralat Terbuka & Sanggahan Publik
Kami menolak penyuntingan diam-diam (silent redaction). Apabila masyarakat, akademisi, atau ahli sejarah menemukan ketidakakuratan data, rujukan pembanding akan kami teliti. Pembaruan naskah akan diumumkan secara transparan pada Buku Log Koreksi Terbuka.